Nasihat Imam Al-Gazhali  - Tiga aspek ajaran di dalam Islam, yaitu aspek Aqidah, aspek Syari'ah dan aspek Ihsan/Tasawuf/Thariqat. Pembagian seperti ini bukan hasil analisis para ulama tetapi berasal dari hadis Nabi Muhammad SAW. Riwayat sahabat Umar bin Khattab ra. Yang terdapat dalam buku-buku hadis. Dalam hadis tersebut malaikat mengajarkan dasar-dasar agama tauhid yang dikenal dengan nama al-islam kepada para sahabat di hadapan Rasulullah SAW di Madinah.


Malaikat bertanya tentang makna Islam, Iman dan Ihsan. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwasanya Islam itu ialah :

1. Menyatakan bahwa tiada Tuhan kecuali Allah SWT dan Muhammad utusan Allah.

2. Mengerjakan shalat.

3. Membayar zakat.

4. Berpuasa di bulan Ramadhan.

5. Pergi haji ke Masjidil Haram bagi yang mampu.


Lima penjelasan Nabi di atas ditetapkan oleh para ulama Salaf dan Khalaf sebagai Arkanul Islam (dasar-dasar keislaman) atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Rukun Islam. Dari 5 rukun islam diatas kita sebagai umat Muslim wajib hukumnya untuk menjalankannya, kecuali untuk nomor 5 karena dikhususkan bagi orang yang mampu baik dari segi Fisik, Materi, dan Merdeka. 


Nabi kemudian menjawab dan menjelaskan pertanyaan malaikat yang kedua tentang keimanan yang isinya sebagai berikut :

1. Beriman kepada Allah SWT.

2. Beriman kepada para Malaikat.

3. Beriman kepada semua Kitab Suci.

4. Beriman kepada para rasul.

5. Beriman kepada hari akhir (hari kiamat).

6. Beriman kepada Qadar (Qadha' dan Qadar) yang baik maupun yang buruk.

Enam dasar keimanan di atas kemudian dijadikan oleh para ulama Salaf dan Khalaf sebagai Arkanul Iman (dasar-dasar keimanan) atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Rukun Iman.




Selesai bertanya tentang Islam dan Iman, Malaikat kemudian bertanya kembali kepada Nabi Muhammad SAW mengenai Ihsan (Tingkat keutamaan tertinggi). Dan Nabi pun memberikan jawaban dan penjelasan sebagai berikut :

"Beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah sendiri. Apabila tidak melihatNya harus yakin bahwa Allah melihatnya."


Malaikat lantas meningkatkan pertanyaan ke tingkat yang lebih tinggi dan dalam, yaitu tentang kapan hari Kiamat itu terjadi. Kedua mahkluk itu, yaitu Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad SAW, mereka menjawab tidak tahu. Karena hal itu sepenuhnya urusan Allah dan Allah sendiri yang mengetahui dan menetapkannya.

Walaupun kiamat tidak dapat diketahui oleh makhluk hidup seperti malaikat, jin dan manusia betapapun derajat mereka, tetapi Allah memberikan tanda-tanda hari kiamat kepada orang-orang yang dikasihaniNya seperti Rasulullah SAW.

Diantara tanda-tanda dekatnya hari kiamat seperti diungkapkan oleh nabi di depan para sahabat kepada Malaikat Jibril ialah banyaknya kasus kehamilan selir, gundik, pembantu wanita, wanita simpanan dan sebagainya oleh majikan yang membuat anak-anaknya lebih terhormat dari ibu-ibunya, karena anak-anak tersebut mengikuti derajat bapaknya.


Banyaknya orang-orang yang bermegah-megahan dan berlomba-lomba membangun gedung pencakar langit di kota-kota besar. Mereka banyak tergoda oleh kehidupan dunia dan melupakan kehidupan akhirat.

Dengan demikian bobot keislaman seseorang dibagi menjadi tiga jenjang, yaitu jenjang "Muslim" kemudian jenjang "Mukmin" dan yang paling tinggi ialah "Muhsin".

Nasihat Imam Gazhali :

Yang jauh itu waktu,

Yang dekat itu kematian,

Yang besar itu nafsu,

Yang berat itu amanah,

Yang mudah itu berbuat dosa,

Yang panjang itu amal sholeh,

Yang indah itu saling memaafkan.

Demikian dari kami, Semoga Bermanfaat :)


Bepacu Dalam Literasi - Radialogica

No comments: