Kata-kata bijak dan mutiara secercah aksara

 



Secercah Aksara

(Aksara, Kata, dan Rasa)

"Pada sepi aku ramai, pada keramaian aku menjadi patung. Kata orang, aku (sedang) tidak menjadi diriku sendiri. Padahal, aku sudah."
-Secercah Aksara-

"Hidup enggak melulu soal jatuh dan patah hati. Jangan mengerdilkan kehidupanmu seolah-olah hanya persoalan asrama saja."
-Secercah Asmara-

"Berbenah, bukan (malah) terus menyalahkan dan mencari pembenaran."
-Secercah Asmara-

"Sudah berapa kali 'maaf' terulang karena 'salah' yang berulang? Apa tidak capek."
-Secercah Aksara-

"Enggak bisa sama kamu, masih bisa sama yang lain kok."
-Secercah Aksara-

"Caranya cukup satu selesaikan."
-Secercah Aksara-

"Semoga yang diharap-harapkan lekas nyata."
-Secercah Aksara-

"Patah hati hanya untuk orang-orang yang lemah, Sementara yang paling jahat adalah yang membuat orang menjadi lemah."
-Secercah Aksara-

"Wajar kalau lelah, namanya juga berjuang."
-Secercah Aksara-

"Sedang bertumbuh, wajar kalau beberapa kali sempat terjatuh."
-Secercah Aksara-

"Untuk setiap luka yang masih membekas dalam ingatan, semoga malam menjadi waktu untuk meredam segala sakit yang ingatan sulit melupakan."
-Secercah Aksara-

"Orang baik jasanya tetap hidup, meski jasadnya telah mati."
-Secercah Aksara-

"Sendiri dulu juga enggak apa-apa!."
-Secercah Aksara-

"Ada semangat, kalau enggak di pupuk, kapan bisa tumbuh."
-Secercah Aksara-

"Bukan terima kasih darimu yang aku harapkan, melainkan terima sayang dariku yang perlu kamu iyakan."
-Secercah Aksara-

"Kata mama, yang idaman nggak pernah main-main."
-Secercah Aksara-

"Kau yakin dengan pendapatmu sendiri, dan kau tak masalah. Kenapa kau mempermasalahkan pendapat orang lain yang yakin terhadap pendapatnya sendiri?."
-Secercah Aksara-

"Yang idaman tuh, yang: Taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, Disiplin, Berani dan Setia, Bertanggung jawab dan dapat dipercaya."
-Secercah Aksara-

"Qurban sapi setahun sekali, Qurban hati tak cukup sekali."
-Secercah Aksara-

"Ingin bahagia bareng, tapi sama siapa?."
-Secercah Aksara-

"Bagaimana hidup jadi tenang, kalau masih mengemis kesan orang supaya senang."
-Secercah Akasara-

"Bukan hasil yang berkhianat, mungkin usaha kita saja yang masih harus lebih keras."
-Secercah Aksara-

"Setelah hampir seharian berpelukan dengan riuhnya hari ini, akhirnya bisa kembali dengan rumah sebagai satu-satunya kerinduan, Ma aku pulang."
-Secercah Aksara-

"Aku padamu, Kamu padanya."
-Secercah Aksara-

"Inginku bukan sekedar menua bersama dalam khayalan, tapi aku ingin menua bersama dalam hidup nyata penuh kebahagiaan."
-Secercah Aksara-

"Bagaimana ya? biar aku tetap bahagia meski tanpamu?."
-Secercah Aksara-

"Kamu hanya perlu untuk sedikit bersabar. Pada saatnya yang memang sudah digariskan menjadi milikmu, pasti menjadi milikmu."
-Secercah Aksara-

"Selain hobi menyalahkan keadaan dalam diri yang terhempit, juga rentan pada keluhan yang tak berkesudahan."
-Secercah Aksara-

"Sibuk, tapi tetap ingat."
-Secercah Aksara-

"Hati, sudah enakan belum, Kemarin katanya sakit ya..."
-Secercah Aksara-

"Minggu sudah hampir di penghujung jalan, di persimpangan setengah luka. Senin menyapa untuk kembali datang sebagai ia yang tak pernah diharapkan."
-Secercah Aksara-

"Hibur hatimu, seperti kamu menghibur hatinya yang tak pernah menghiburmu."
-Secercah Aksara-

"Kamu, baik-baik di mantan ya."
-Secercah Aksara-

"Yang jauh semoga di dekatkan, yang dekat semoga di satukan."
-Secercah Aksara-

"Bertahun-tahun berteman, bertahun-tahun juga menyimpan sayang."
-Secercah Aksara-

"Sudah berapa banyak perasaan yang sia-sia terungkap? tetap diam tak ada sedikitpun kata darinya untuk berbalas."
-Secercah Aksara-

"Terserah dan gapapa mu adalah misteri."
-Secercah Aksara-

"Selamat senja kamunya aku."
-Secercah Aksara-

"Akibat ulah sendiri, sebab hati tak pernah tanang dihantui."
-Secercah aksara-

"Kata maaf itu bukan kata kebebasan untuk kamu melakukan kesalahan yang berulang lagi dan lagi."
-Secercah Aksara-

"yang kuat, justru dari yang berkali-kali dipatahkan."
-Secercah Aksara-

"Meski jarang berbalas WA. Yang penting sering berbalas DOA."
-Secercah Aksara-

"Meski sunyi adalah kehidupan, tapi kamu tetap butuh teman."
-Secercah Aksara-

"Katanya mau selamanya, Nyatanya hanya sementara."
-Secercah Aksara-

"Selamat menjalankan ibadah menghapus luka."
-Secercah Aksara-

"Kita selalu menjadi orang yang ingin dimengerti, sampai lupa orang lain pun juga perlu dimengerti."
-Secercah Aksara-

"Untuk setiap kata pergi, semoga tak ada hati yang terlukai."
-Secercah Aksara-

"Pilihanya banyak tapi satu yang paling layak. Kamu."
-Secercah Aksara-

"Semoga diri semakin kuat dalam taat."
-Secercah Aksara-

"Mungkin sudah ada yang lebih sayang, kenapa ia tak lagi kembali pulang."
-Secercah Aksara-

"Terkadang seseorang memang perlu diingatkan , bahwa ia mengagumkan."
-Secercah Aksara-

"Di luar sudah hujan sementara di hati masih mendung."
-Secercah Aksara-

"Ia tak berubah, Ia hanya sedikit berbeda."
-Secercah Aksara-

"Pada temu, justru kita merindukan rindu."
-Secercah Aksara-

"Berharap kesedihan-kesedihan ini kian mengikis, dan kita menjadi jiwa-jiwa yang merdeka dari tangis."
-Secercah Aksara-

"Kalau lagi rapuh, memang mudah sekali menyalahkan keadaan."
-Secercah Aksara-

"Udah ga usah berdebat kita ba(l)ikan aja gimana."
-Secercah Aksara-

"Bersikap untuk membenci adalah ketakutan akan mencintai."
-Secercah Aksara-

"Hati-hati disetiap jalan pulang, janjikan untuk esok kembali lebih semangat."
-Secercah Aksara-

"Diri ini bukan tidak laku, tapi memang tidak dijual. Jomblo, ga perlu jual diri."
-Secercah Aksara-

"Melupakan itu mudah kok, cukup untuk tidak (lagi) mengingatnya, itu saja."
-Secercah Aksara-

"Biarkan rindu kembali kepada yang berhak memiliki."
-Secercah Aksara-

"Jangan gadaikan persabatan dengan fananya cinta yang kian membelenggu."
-Secercah Aksara-

"Hanya bisa termenung menemukan jawaban dari mana rindu pernah mengalir deras mengendap."
-Secercah Aksara-

"Sebagaimana diri sendiri orang lain pun tak mau disalahkan."
-Secercah Aksara-

"Kita adalah sepasang masa lalu yang hanya sebatas pernah."
-Secercah Aksara-

"Ada masa dimana seseorang merasa begitu lelah karena terlalu sering melewati jarak terpanjang dari sebuah kerinduan yang tak berujung."
-Secercah Aksara-

"Menjadilah baik bukan hanya karena kamu ingin dibaiki, tapi jadilah kamu yang memang benar-benar orang baik dari diri kamu sendiri."
-Secercah Aksara-



sumber : Secercah Aksara

No comments: