Aku adalah alam
AKU ADALAH ALAM #1
(Senin, 1 Januari 1990)
- Dista Disarita -
Pagi yang sejuk, dingin, dan cerah. Menyusup udara pagi di kulitku. Kuhirup hawa segar itu. Saat ini kurasakan betapa nikmat. Kelelapan tidurku tadi malam, walau hanya sebentar.
Kini tahun berganti. Dan hari ini, merupakan awal tahun yang baru. Rasanya udaranya pun berbeda. Yach mungkin alampun ingin melepaskannya, dan ingin merasakan tahun yang baru.
Alam seakan berkata, beri aku kenikmatan di tahun baru. Singkirkan segala duka yang menimpa diriku. Semoga di tahun baru, diriku menjadi lebih kau hargai. Aku adalah alam.
AKU ADALAH ALAM #2
(Selasa, 2 Januari 1990)
- Dista Disarita -
Aku adalah alam, inginkan kedamaian dan ketentraman. Udara adalah nafasku, nafas yang biru. Kadang nafasku kuutus tuk menyampaikan hasratku. Di kala angin membabi buta, aku sedang marah dan kecewa.
Dikala angin lembut membelai, aku sedang gembira. Dikala anginku membawa bau tak sedap, tentu akan terlihat bahwa aku sedang melihat. Sesuatu yang tak kusukai. Dikala anginku menyebarkan bau wangi, aku sedang menyaksikan sesuatu yang memikat hatiku.
Aku adalah alam. Yang tidak mau disakiti, dirusak, dihina. Aku akan marah bila hal itu terjadi. Namun sampai kini, semua telah terjadi. Dan bukan salahku apabila aku marah. Aku kecewa diriku disia-siakan.
AKU ADALAH ALAM #3
(Rabu, 3 Januari 1990)
- Dista Disarita -
Kebisuan adalah miliku sifatku. Aku tak mempunyai huruf-huruf seperti manusia. Yang mampu melantunkan hasratnya. Ketenangan adalah milikku jua. Aku tak pernah merasa panik seperti manusia. Aku selalu tenang dan tak bercakap.
Aku adalah sesuatu yang tak berair mata, berdarah, berambut, bergigi, dan berakal seperti manusia. Namun akumemiliki kesamaan, bahwa aku dan manusia sama-sama milik Tuhan.
Bagai burung dalam sangkar. Aku adalah sangkarnya, yang selalu setia, diam, tenang, tak pernah mengeluh, dan tak pernah berontak. Namun aku memiliki kelebihan. Bahwa aku memiliki kekuatan yang lebih dari manusia.





No comments: